Sabtu, 02 Oktober 2010

Basis Data


Basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang, seperti :
-         Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
-         Kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan aecara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
-         Kumpulan file atau tabel atau arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis (Fathansyah, CV Informatika 1999).
Melalui penyusunan dan pengelolaan basis data akan didapatkan sejumlah tujuan berikut: (Fathansyah, CV Informatika 1999)
-         Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan basis data memungkinkan menyimpan data atau melakukan perubahan/ manipulasi data dan menampilkan kembali data tersebut lebih cepat dan mudah.
-         Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Karena keterkaitan erat antar kelompok data dalam sebuah basis data, maka redudansi data pasti akan selalu ada. Banyaknya redudansi ini menyebabkan pemborosan ruang penyimpanan. Melalui pemanfaatan basis data, efisiensi penggunaan ruang penyimpanan akan dapat dilakukan.
-         Keakuratan (Accuracy)
Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/ batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, dan sebagainya yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidakakuratan pemasukan/ penyimpanan data.
-         Kelengkapan (Completeness)
Lengkap atau tidaknya data yang di kelola dalam sebuah basis data bersifat relatif (baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu).
-         Keamanan (Security)
Untuk sistem yang besar, aspek keamanan diperlukan dengan menentukan siapa-siapa (pemakai) yang boleh menggunakan basis data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar