- PERKEMBANGAN BIDANG POLITIK
- Fase Kemajuan
Setelah Khalifah Abbasiyah di Bagdad runtuh akibat serangan Mongol yang dipimpin Timur Lenk,keadaan politik masyarakat Islam mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembanganya 3 kerajaan yang terbesar dan paling lama bertahan, yaitu Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Mongol di India.
a. Kerajaan Usmani
Didirikan oleh Usmani yang disebut Usmani I. Setelah ia menyatakan dirinya sebagai Padri Syah Al Usman (Raja Besar Keluarga Usman) tahun 1300 M, kerajaan dapat diperluas dengan mengadakan serangan ke daerah bagian Benua Eropa.Masa pemerintahan Orkhan(1326-1359), tahun 1326 M, Usmani menyerang Azmir, tahun 1327 M menyerang Bizantium, tahun 1330 menyerang Thawasyanli, tahun 1338 M menyerang Uskandar, tahun 1345 M menyerang Ankara, dan tahun 1356 M menyerang Gollipobi.
Kemajuan dan perkembangan Kerajaan Usmani:
1) Bidang kemiliteran dan pemerintahan.
2) Bidang ilmu pengetahuan dan budaya.
3) Bidang keagamaan.
4) Puncak kejayaan dan kemajuan terjadi pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni(1520-1566 M).
b. Kerajaan Safawi
Kerajaan Safawi berbeda dengan dua kerajaan Islam lainnya karena menyatakan Syiah sebagai mahzab Negara dan dianggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya Negara Iran. Kerajaan ini berasal dari gerakan tarekat yang diberi nama Tarekat Safawiyah.
Tujuan tarekat:
1) Memerangi orang-orang ingkar,
2) Memerangi orang-orang ahli bid’ah.
Gerakan Safawi dipimpin oleh Ismail dengan membentuk pasukan Qizil Bash(Baret Merah). Tahun 1501 M,Ismail mengadakan perluasan dan memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama Dinasti Safawi(Ismail I), berkuasa 23 tahun. Kerajaan ini maju tidak hanya di berbagai bidang politik, tetapi juga di berbagai bidang yang lain dan telah memberikan konstribusi dalam peradaban Islam.
c. Kerajaan Mughal di India
Kerajaan ini adalah kerajaan Islam pertama di India, mencapai kejayaan pada pemerintahan Akbar. Kerajaan Mughal beribukota Delhi didirikan oleh Zahirudin Babur (1482-1530 M).
Kemajuan yang diperoleh:
1) Karya seni sastra,penyair yang terkenal: Malik Mahud Jayazi.
2) Pada masa Aurangzeb,muncul sastrawan terkenal Abu Fa’al dengan karyanya Akhbar (isinya menjelaskan tentang sejarah Kerajaan Mughal dan Mesjid Raya Delhi.
2. Fase Kemunduran
Setelah Sultan Sulaiman Al Qanuni wafat, Kerajaan Usmani mengalami kemunduran karena tidak mempunyai sultan yang kuat. Penyebabnya antara lain:
a. Tidak dapat menjaga wilayah kekuasaan.
b. Heterogenitas penduduknya.
c. Kelemahan para penguasa dalam kepemimpinanya.
d. Budaya pungutan liar.
e. Merosotnya ekonomi..
f. Terjadinya stagnasi (kemandegan) dalam ilmu dan teknologi.
Penyebab mundunrnya Kerajaan Safawi antara lain:
a. Adanya konflik berkepanjangan dengan Kerjajaan Usmani karena dengan berdirinya Kerajaan Safawi beraliran Syiah itu tidak ada perdamaian lagi antara dua kerajaan Islam.
b. Dekadensi moral para pemimpin Kerajaan Safawi.
c. Pasukan Ghulam (budak–budak) yang dibentuk Abbas I tidak memiliki semangat jiwa patriotik karena kurang terlatih.
Pada tahun 1858 M, kekuatan Dinasti Mughal juga mengalami kemunduran, penyebabnya antara lain:
a. Adanya stagnasi pembinaan kekuatan militer sehingga kurang terampil mengoperasionalkan persenjataan bantuan.
b. Adanya kemerosotan moral dan hidup mewah di kalangan elit politik.
c. Adanya kepemimpinan yang lemah dari pewaris kerajaan.
- PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN
- Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia ada dua, yaitu pengetahuan yang berasal dari dari manusia itu sendiri yang dasarnya adalah pemikiran dan pengetahuan yang berasal dari wahyu (pengetahuan Illahi) yang dasarnya adalah keyakinan.
- Pengetahuan indrawi (diperoleh melalui indra manusia). Pengalaman indrawi melalui proses pemikiran secara langsung sehingga menjadi pengetahuan..
b. Pengetahuan ilmiah, yaitu berpikir secara sistematik dan radikal (mendalam) disertai dengan riset atau eksperimen, sehingga kemudian membentuk pengetahuan.
- Pengetahuan filosofis, yaitu berpikir mengenai segala sesuatu secara sistematik, radikal, dan universal,sehingga membentuk pengetahuan.
- Kebudayaan Islam
Perkembangan dan kemajuan kebudayaan didukung beberapa faktor, seperti faktor geografis, faktor ekonomis, dan faktor psikologis. Sebaliknya, kehancuran atau kemunduran sutau kebudayaan didukung oleh faktor-faktor yang merupakan lawan dari faktor-faktor perkembangan dan kemajuan, faktor yang terpenting yaitu dekadensi moral dan pemikiran, keburukan hukum dan perundang-undangan, kezaliman dan kemiskinan, meluasnya kecurigaan social dan apatisme, hilangnya pemimpin yang ikhlas dan murni.
Kebudayaan adalah sistem sosial yang efektif bagi pembentukan peradaban. Kebudayaan mempunyai empat unsur pokok, yaitu:
a. Potensi perekonomian.
b. Sistem politik.
c. Tradisi-tradisi (menyangkut tingkah laku dan sopan santun).
d. Perbendaharaan ilmu pengetahuan dan kesenian.
e.
Kebudayaan Islam tegak di atas beberapa faktor, yaitu:
a. Kebudayaan Islam berdasarkan akidah tauhid.
b. Watak dan sasaran kebudayaan Islam mengakar pada perikemanusiaan.
c. Kebudayaan Islam menempatkan prinsip-prinsipnya sebagai fondasi bagi sistem dan subsistemnya.
d. Kebudayaan Islam mempercayai ilmu pengetahuan (yang berdasar kebenaran dan akidah murni).
e. Islam mengenal toleransi keagamaan.
Manusia beragama memiliki jiwa merdeka dan akal sehat selama kebudayaan Islam menjadi pemimpin. Selama masa kejayaan, masyarakat merasakan keadilan hukum, keadilan penguasa muslim, dan mendapatkan pengarahan, pendidikan serta pengajaran darinya. Akan tetapi, tatkala kebudayaan ini runtuh, bermacam pandangan mulai bermunculan. Ada kalangan yang mengaguminya, dan ada yang menilai negatif, terutama pada masyarakat Barat.
- Pengaruh Kebudayaan Islam
- Bidang Akidah Keagamaan
Prinsip-prinsip kebudayaan Islam berpengaruh besar di Eropa sejak abad ke-19 hingga abad kebangkitan Eropa modern. Ajaran-ajaran Islam menjadi faktor terbesar terbukanya pemikiran masyarakat Eropa yang saat itu dibelenggu oleh agama Nasrani. Kala itu, Islam mendorong masyarakat Eropa keluar dari Kristen yang memperbudak mereka.
- Bidang Bahasa dan Kesusasteraan
Spanyol terpengaruh demikian jauh oleh kesusasteraan Islam. Abanese (penulis hikayat),mengatakan masyarakat Eropa belum mengenal seni sastra,kecuali setelah kedatangan ulama-ulama dari Arab.Orang-orang Kristen menguasai bahasa kesusasteraan & bahasa asing,kecuali sastra dan bahasa Arab,oleh karena itu mereka bernafsu mempelajarinya.
- Bidang Hukum
Banyak pelajar dan mahasiswa Barat yang belajar di perguruan-perguruan Islam di Spanyol disebabkan penerjemahan kitab-kitab hukum Islam ke bahasa Barat. Pada zaman itu di negeri Barat non-Islam belum ada rumusan hukum dan perundang-undangan yang memenuhi syarat keadilan.
- Bidang Kenegaraan dan Hubungan Dengan Masyarakat
Sebelum Islam datang, ditandai dengan pengingkaran atas hak-hak rakyat untuk mengawasi pemerintah & aparaturnya.,sehingga mengakibatkan timbulnya perbudakan, karena pemerintah sebagai penguasa mutlak,sehingga sewenang-wenang, dan pemerintahan dapat diwariskan. Pandangan ini memungkinkan pecahnya pertikaian dalam perebutan kekuasaan.
- PENGHAYATAN TERHADAP SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN
Masa pertengahan ialah masa di antara tahun 1250-1500 M.
1. Masa Kemunduran Pertama
Setelah menduduki Peking (1212M), Raja Mongol yang sangat kejam (Jengis Khan) mengalihkan serangannya ke arah Barat. Satu demi satu kerajaan Islam jatuh ke tangannya.
Serangan ke Bagdad dilakukan oleh Hulagu Khan (cucu Jengis Khan). Daerah Khurasan terlebih dahulu dikalahkannya, 10 Februari 1258, Bagdad dihancurkan, selanjutnya Bagdad diperintah oleh Dinasti Ilkhan.
Timur Lenk (keturunan Jengis Khan), dapat menguasai Samarkand tahun 1369 M, ia mengadakan serangan ke sebelah Barat dan Laut Marmara, ia berkuasa sampai pertengahan abad ke-15.
Di Mesir, berkuasa dinasti Fatimiah yang menggantikan Salahuddin Al Ayyubi (1174M), ia telah mengembalikan aliran sunni. Dinasti Al Ayyubi digantikan Dinasti Mamluk, Sultan Mamluk pertama adalah Aybek(1250-1257M) dan Baybas (1260-1277M) dapat mengalahkan Hulagu Khan tahun 1517M. Mereka membebaskan Mesir dan Syiria dari Perang Salib dan serangan Mongol.
2. Masa Tiga Kerajaan
Masa ini dibagi menjadi dua fase, yaitu fase kemajuan (1500-1700M) dan fase kemunduran.
a. Fase Kemajuan
Yang dimaksud fase kemajuan ini adalah kemajuan Islam yang ke-2. Tiga kerajaan besar yang dimaksud adalah Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di India.Sultan Usmani yang terbesar adalah Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520-1566M), Sultan yang besar dari Kerajaan Safawi adalah Syah Ismail (1500-1524M), & Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530M).
b. Fase Kemunduran
Setelah Sultan Sulaiman Al Qanuni, Kerajaan Usmani mengalami kemunduran (abad ke-17) karena terjadi pemberontakan dimana-mana. Di Eropa mulai timbul Negara kuat di bawah Peter yang Agung, Rusia menjadi Negara maju. Sesudah Perang Dunia I, Kerajaan Usmani hanya mencakup Asia Kecil/Turki (sejak 1924 M).
Pada fase ini, kekuatan militer, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan umat Islam menurun. Islam dipengaruhi oleh sikap fatalistis sehingga menuju kemunduran dan keadaan statis.Tahun 1798 M, Napoleon menduduki Mesir (pusat Islam terpenting). Hal ini merupakan ancaman bagi Islam.
- HIKMAH SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN
Hikmah sejarah perkembangan Islam pada masa pertengahan dapat dianalisis pada hal-hal berikut ini.
1. Semangat kaum muslim dalam meraih cita-cita sangat tinggi.
2. Kebudayaan Islam telah memainkan peranan penting dalam kemajuan manusia.
Perilaku yang dapat diterapkan dalam menghayati sejarah perkembangan Islam pada masa pertengahan ialah sebagai berikut.
1. Menghindari permusuhan dengan saudara sesame muslim.
2. Mencari ilmu pengetahuan dengan semangat dan niat mencari rida Allah serta menyejahterakan kehidupan umat manusia.
3. Meneladani sikap-sikap positif yang tergambar dalam sejarah.
- PENGARUH PERKEMBANGAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN TERHADAP ISLAM INDONESIA
Kedatangan Islam di tanah air lebih banyak ditawarkan dalam bentuk-bentuk pendekatan budaya(strategi akulturasi dengan budaya-budaya setempat). Di wilayah Arab sengaja digunakan sebagai media penyebaran ajaran-ajaran Islam dengan memodifikasi tata caranya.
Acara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dialihkan ke masjid. Dengan berangsur-angsur, Islam masuk ke Indonesia dengan membawa pengaruh yang luas.
1. Pengaruh di Bidang Politik
Pengaruh di bidang ini dapat dilihat dalam sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, seperti konsep kesultanan atau khilafah.
2. Pengaruh di Bidang Ekonomi
Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat yang mengunjungi daerah pesisir menetapkan konsep jual beli secara Islam (zakat dan amal jariah). Hal-hal semacam ino membuat perekonomian umat Islam semakin berkembang.
3. Pengaruh di Bidang Budaya, Adat Istiadat, dan Sosial
Tradisi Islam yang bersumber dari sunah banyak berpengaruh di Indonesia,misalnya upacara salam (khitan). Di bidang kesenian, banyak dijumpai seni musik seperti kasidah,rebana,dll. Di bidang arsitektur rumah peribadatan atau masjid di Indonesia banyak di pengaruhi oleh seni arsitektur Islam.
4. Pengaruh di Bidang Bahasa
Banyak kosa kata bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh bahasa Arab, misalnya kata wajib, fardu, dll. Dan juga nama-nama dengan bercirikan Islam, seperti Muhammad, dll.
bagus,, terima kasih,, :)
BalasHapus